Senin, 13 Mei 2013

kebersamaan kita kan abadi

 

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian

Kamis, 09 Mei 2013

sedikit mirip kisah ku


SemuLa...
Ku mencoba untuk bertahan
Berharap suatu saat kau kembali padaku
Melanjutkan cerita yg terhenti
Memperbaiki kisah yang menyakiti

Tapi ternyata...
semua harapanku sia-sia
Mimpiku hanya hampa belaka
Kerena
rasamu, sayangmu, kasihmu, rindumu.. cintamu
hanya untuk nya.

Ku sudah tak berarti bagimu
Ku tak diharapkan kembali dihatimu
Sayangmu..rindumu padaku sudah benar-benar sirna
Ku kini hanya orang yang terlupakan

Kini semua telah jelas..
Takkan lagi ku berharap
Harus ku relakan dan ikhlaskan
Dia menjadi yang terbaik bagimu

Perlahan tapi pasti
Akan kucoba lupakan semua kisahku
Walau harus slalu menahan rasa sakit di hati

Berhenti berharap
Berhenti bermimpi
berhenti semua tentangmu
Ku coba lupakan...

Rabu, 08 Mei 2013

SURPRISE:')


something special that was given to me on my birthday
thanks for the surprise

I love you guys :*

Senin, 06 Mei 2013

from my bestfriend

aku terkejut MENDENGARNYA.
Namun, aku menyadarinya "Apa aku harus mambawakan KAMPAK, PISAU, dan PEDANG ?" tidak !!!
aku cukup DIAM. MEMBIARKAN hatiku SAKIT, aku HANCUR.
Aku pun MENANGIS karnanya.
cinta sejati adalah ketika kita MERELAKAN dia dengan IKHLAS karna dia akan LEBIH BAHAGIA DENGAN ORANG LAIN, maka jangan pernah kira merasa DENDAM dan MERUSAK karna KEDENGKIAN.
biarkanlah mereka bahagia karna kebahagiaan akan kita rasakan di lain kesempatan ...

Kamis, 02 Mei 2013

sweet seventeen :'(


tak ada yang berkesan
tak ada yang membuatku tersenyum
hanya sebuah kesedihan dan sebutir air mata saja yang terjatuh…
karena ku harus mengucapkan ulang tahun kepada diriku sendiri…begitu sakit nya hati ini ketika kata itu terucap dari bibir ku
yang dimana hari ini seharusnya ku bisa bahagia.

Rabu, 01 Mei 2013

pahlawan kita






Ki Hadjar Dewantoro

Nama Lengkap : Ki Hadjar Dewantoro
Alias : Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
Agama : Islam
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Kamis, 2 Mei 1889
Zodiac : Taurus
Warga Negara : Indonesia

Istri : Nyi Sutartinah
 
BIOGRAFI
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ki Hajar Dewantara dibesarkan di lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya.
Hal ini dimaksudkan supaya Ki Hadjar Dewantara dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) dan kemudian melanjutkan sekolahnya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tapi lantaran sakit, sekolahnya tersebut tidak bisa dia selesaikan.
Ki Hadjar Dewantara kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
Selain bekerja sebagai seorang wartawan muda, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, Ki Hadjar Dewantara aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo yang nantinya akan dikenal sebagai Tiga Serangkai, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.
Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913 karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalism dan kesatuan rakyat untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.
Semangatnya tidak berhenti sampai sini. Pada bulan November 1913, Ki Hadjar Dewantara membentuk Komite Bumipoetra yang bertujuan untuk melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda. Salah satunya adalah dengan menerbitkan tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga) di mana kedua tulisan tersebut menjadi tulisan terkenal hingga saat ini. Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker.
Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman pengasingan terhadap Ki Hadjar Dewantara. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo yang merasa rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil menerbitkan tulisan yang bernada membela Ki Hadjar Dewantara. Mengetahui hal ini, Belanda pun memutuskan untuk menjatuhi hukuman pengasingan bagi keduanya. Douwes Dekker dibuang di Kupang sedangkan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.
Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa mempelajari banyak hal dari pada di daerah terpencil. Akhirnya mereka diizinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Ki Hadjar Dewantara berhasil memperoleh Europeesche Akte. Pada tahun 1918, Ki Hadjar Dewantara kembali ke tanah air.
Di tanah air Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Bersama rekan-rekan seperjuangannya, dia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional yang diberi nama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932.
Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut. Selama mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Kegiatan menulisnya ini terus berlangsung hingga zaman Pendudukan Jepang.
Saat Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar ditunjuk untuk menjadi salah seorang pimpinan bersama Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur. Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah dan stabilitas pemerintahan sudah terbentuk.
Ki Hadjar Dewantara dipercaya oleh presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Melalui jabatannya ini, Ki Hadjar Dewantara semakin leluasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1957, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan gelar Doktor Honori Klausa dari Universitas Gajah Mada.
Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, tepatnya pada tanggal 28 April 1959 Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. Kini, nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959.
Ajarannya yakni tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan) akan selalu menjadi dasar pendidikan di Indonesia. Untuk mengenang jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara.
Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Taman Siswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

 



Sabtu, 27 April 2013

jangan takut bisa sendiri

Terlalu banyak orang yang bertahan dalam hubungan yang tidak bahagia hanya karena mereka takut hidup seorang diri. Mereka berada dalam suatu hubungan yang tidak baik dan bertahan dengan siksaan yang tidak seharusnya mereka terima hanya karena takut sendirian.

Mungkin Anda pernah kenal seseorang yang putus cinta dan segera memulai hubungan baru setelahnya. Lalu ketika pasangannya yang baru tidak memberinya cinta seperti yang seharusnya dia terima, dia tetap bertahan dalam hubungan barunya. Dia tidak bahagia bersama pasangannya, tapi memilih bertahan karena merasa tak sanggup sendirian. Namun sesungguhnya, begitu seseorang tahu, bahwa dirinya bahagia hidup sendiri, dia menetapkan standar yang jauh lebih tinggi dan tidak mau menerima hubungan ala kadarnya.
Salah satu aturan untuk menemukan cinta adalah kita perlu belajar menjadi bahagia dan aman dalam kesendirian. Dengan begitu, kita tidak akan memasuki suatu keadaan yang buruk hanya karena takut hidup sendiri. Jika suatu hubungan tidak berhasil, tinggalkan saja.


Pengikut aturan yang satu ini akan belajar menikmati hidup sendiri, sehingga ketika mereka memutuskan menjalin hubungan dengan pasangan baru, mereka melakukannya karena alasan yang benar.

Begitu Anda menguasai aturan ini, Anda akan hidup bersama orang lain hanya karena Anda mencintainya dan dia membuat Anda bahagia. Hidup sendiri memang menyenangkan, namun hidup berpasangan lebih baik. Jika Anda rasa tidak demikian, Anda bebas untuk pergi.